Rabu, 06 Agustus 2014

Selamat datang, putih abu-abu yang menyebalkan


Hae. sudah lama gapernah ngeblog
sebenernya gatau mau nulis apa
seriously, life is so flat

jadi gini, bulan april kemaren aku unas smp, berhubung emang masih kurikulum lama, jadi masih ada unas gitu.
dan fak banget. pas menjelang menjelang unas, ada aja cobaan yang datang siliberganti:')
mulai temen tiba-tiba ngejauh
terus dicurigai nyontek sama pengawas unas
dan lagi flu ringan

ga sampai 3 bulan akhirnya pengumuman. tepatnya tanggal 14 juni 2014
dan itu momen momen fak 
tiap hari degdegan terus sampe mampus. asli


dan akhirnya pengumuman. dengan danem yang miris

sempet bingung mau pilih sma, soalnya danem2 sekarang banyak yang tinggi-tinggi kan
tapi akhirnya masuk juga ke sma negri :')

SMAN 5 Malang
sma fav nomer 3 di malang
masuk mia 1 lagi. kurang gaul apa?8)

tapi malesnya. kita adaptasi lagi di SMA

but in the other hand, i realize, this life is so mean
why did we have to say "what is your name" to another, when at last we have to say goodbye?
why did this life made a happiness at first but a regret and fucking  illness at the end?
kadang kadang keminggris itu juga dibutuhkan.

jadi seperti sekolah pada umumnya, aku mos.
namaku tersurat di papan pengumuman di kelas sepuluh-tujuh
wajah-wajah asing menghiasi pandangan mata pada saat jumpa pertama pada kursi dan meja
pandangan-pandangan penuh rahasia tentang siapa namanya, apa kesibukannya, dan apakah dia sudah punya sesorang di hatinya. soalnya dia lumayan
awalnya, jennnuhh banget, males, capek ngafalin nama-nama tiap makhluk bernyawa disana

dan terbesit pikiran : 'aku kangen smp'

dalam kata lain, aku ga bahagia disini

karena aku punya pikiran yang salah, gini

people do this :
saat aku masuk ke suasana yang baru, aku harus jadi "the fake me"
saat kita(aku dan seseorang) udah lama kenal, aku baru boleh jadi "the real me"
aku gaboleh jadi "the real me" waktu aku kenalan sama orang baru, kalau kita mau punya banyak temen tentunya
kita baru boleh jadi "the real me" waktu sudah punya kenalan yang menerima apa adanya
why?
because people love the nice side of another, just the nice side

but i do this :
aku gamau gitu. aku bakal jadi aku waktu kamu mau tau siapa aku.
dan hasilnya? itu malah lebih nyakitin kita, soalnya ga semua orang punya pandangan yang sama kaya aku
its hurt
deep hurt

akhirnya mos sudah buyar. aku udah pindah dari kelas menyebalkan dan masuk ke kelas permanenku
sepuluh-mipa-satu
voilla:) :(

fak
adaptasi lagi
tapi pasti aku ga bakal ngikutin 'pandanganku yang buta' tadi
by the way untungnya aku sekelas sama ais vrooh. temen sekelas waktu smp

so there, everybody not really knows me
they know 'the fake me'
not me

tapi lebih enak kok. banyak temen. yang etes kita terima (mungkin menurutnya sisi terbaik dari dirinya adalah etes) yang diem juga kita terima
gaul ga sih?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar