sebenernya gatau mau nulis apa
seriously, life is so flat
jadi gini, bulan april kemaren aku unas smp, berhubung emang masih kurikulum lama, jadi masih ada unas gitu.
dan
mulai temen tiba-tiba ngejauh
terus dicurigai nyontek sama pengawas unas
dan lagi flu ringan
ga sampai 3 bulan akhirnya pengumuman. tepatnya tanggal 14 juni 2014
dan itu momen momen
tiap hari degdegan terus sampe mampus. asli
dan akhirnya pengumuman. dengan danem yang miris
sempet bingung mau pilih sma, soalnya danem2 sekarang banyak yang tinggi-tinggi kan
tapi akhirnya masuk juga ke sma negri :')
SMAN 5 Malang
sma fav nomer 3 di malang
masuk mia 1 lagi. kurang gaul apa?8)
tapi malesnya. kita adaptasi lagi di SMA
but in the other hand, i realize, this life is so mean
why did we have to say "what is your name" to another, when at last we have to say goodbye?
why did this life made a happiness at first but a regret and
kadang kadang keminggris itu juga dibutuhkan.
jadi seperti sekolah pada umumnya, aku mos.
namaku tersurat di papan pengumuman di kelas sepuluh-tujuh
wajah-wajah asing menghiasi pandangan mata pada saat jumpa pertama pada kursi dan meja
pandangan-pandangan penuh rahasia tentang siapa namanya, apa kesibukannya, dan apakah dia sudah punya sesorang di hatinya. soalnya dia lumayan
awalnya, jennnuhh banget, males, capek ngafalin nama-nama tiap makhluk bernyawa disana
dan terbesit pikiran : 'aku kangen smp'
dalam kata lain, aku ga bahagia disini
karena aku punya pikiran yang salah, gini
people do this :
saat aku masuk ke suasana yang baru, aku harus jadi "the fake me"
saat kita(aku dan seseorang) udah lama kenal, aku baru boleh jadi "the real me"
aku gaboleh jadi "the real me" waktu aku kenalan sama orang baru, kalau kita mau punya banyak temen tentunya
kita baru boleh jadi "the real me" waktu sudah punya kenalan yang menerima apa adanya
why?
because people love the nice side of another, just the nice side
but i do this :
aku gamau gitu. aku bakal jadi aku waktu kamu mau tau siapa aku.
dan hasilnya? itu malah lebih nyakitin kita, soalnya ga semua orang punya pandangan yang sama kaya aku
its hurt
deep hurt
akhirnya mos sudah buyar. aku udah pindah dari kelas menyebalkan dan masuk ke kelas permanenku
sepuluh-mipa-satu
voilla:) :(
adaptasi lagi
tapi pasti aku ga bakal ngikutin 'pandanganku yang buta' tadi
by the way untungnya aku sekelas sama ais vrooh. temen sekelas waktu smp
so there, everybody not really knows me
they know 'the fake me'
not me
tapi lebih enak kok. banyak temen. yang etes kita terima (mungkin menurutnya sisi terbaik dari dirinya adalah etes) yang diem juga kita terima
gaul ga sih?